Burger King Akui Pakai Daging Kuda
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Restoran cepat
saji Burger King mengakui sebagian daging
yang mereka gunakan di Inggris dan
Irlandia mengandung daging kuda.
Pengakuan tersebut menambah panjang
skandal tercemarnya daging burger dengan
daging kuda dan babi. Jaringan
supermarket di Inggris, Tesco, dan
perusahaan lain telah tercemar.
Ada kecurigaan distributor daging berasal
dari Polandia. Perusahaan itu bekerja sama
dengan perusahaan lain yang masih
diselidiki. Mereka menggunakan sebagai
tambahan pada produk burger yang
murah.
Burger King sebelumnya menegaskan
menggunakan 100 persen daging sapi.
Meski sesudahnya, jaringan restoran
tersebut tidak lagi bekerja sama dengan
perusahaan pengolah daging Silvercrest. Ini
merupakan perusahaan yang bekerja sama
dengan distributor daging asal Polandia.
"Tes DNA yang kami lakukan terhadap
produk dari restoran hasilnya negatif.
Namun, sampel yang diambil dari Silvercrest
menunjukkan adanya DNA kuda dalam
jumlah yang sangat sedikit," tulis The
Guardian mengutip pernyataan dari Burger
King.
Pihak berwenang menegaskan burger yang
tercemar daging kuda tidak memiliki risiko
kesehatan terhadap konsumen.
Monday, February 4, 2013
Awas burger dari daging kuda!
Friday, February 1, 2013
Skandal daging kuda tesco
Tesco adalah salah satu perusahaan ritel
terbesar di Inggris dan dunia yang terkenal
akan inovasinya. Supermarket raksasa itu kini
tengah kelimpungan menghadapi skandal
daging kuda.
Skandal daging kuda ini terkuak pada 14
Januari 2013 saat otoritas keamanan pangan
Irlandia menemukan adanya DNA kuda dan
babi hingga mencapai kandungan 29%
dalam produk yang berlabel 'sapi' yang dijual
oleh Tesco.
Produk sapi yang dijual itu ternyata di
dalamnya berisi daging kuda. Produk itu
dijual di supermarket Tesco di seluruh
Inggris serta di beberapa negara Timur
Tengah.
Seperti dilansir Telegraph dan AlArabiya,
Senin (21/1/2013) produk tersebut dipasok
dari produsen Irlandia dan Inggris, yang
diduga memang sengaja mencampur daging
kuda dengan daging sapi. Produsen sengaja
berbuat nakal dengan mencampur daging
murah dan menjualnya sebagai daging sapi
mahal.
Meskipun menurut para ahli kesehatan
daging kuda tidak menimbulkan risiko
kesehatan, namun insiden ini dinilai sangat
serius. Tesco yang jelas-jelas perusahaan
papan atas yang tercatat di bursa saham
dituding melakukan penipuan ke konsumen.
Sampai-sampai Perdana Menteri Inggris David
Cameron mengatakan insiden itu 'tidak dapat
diterima' dan meminta kepada lembaga
standar makanan di Inggris untuk melakukan
penyelidikan yang mendesak.
Skandal daging kuda ini juga dinilai sebagai
kegagalan otoritas untuk melakukan
pemeriksaan lebih detail sebelum produk-
produk tersebut berada di rak-rak toko.
Muncul pertanyaan serius tentang keamanan
makanan di Inggris apakah telah sesuai
dengan standarnya.
Skandal daging kuda ini muncul satu minggu
setelah Direktur Utama Tesco mengatakan ke
publik bahwa kinerja perusahaan makin
membaik selama liburan.
Para pengamat mengatakan skandal daging
kuda ini akan menjadi pukulan serius bagi
reputasi Tesco dan bisa merusak nama baik
Tesco yang dibangun bertahun-tahun.
Tesco sendiri langsung menerbitkan iklan
permintaan maaf di beberapa media cetak
atas skandal tersebut. Bunyi iklan dengan
judul 'Kami Mohon Maaf' itu adalah:
"Kami dan pemasok telah mengecewakan
Anda, dan kami memohon maaf untuk itu.
Jadi, inilah janji kami. Kami akan mencari tahu
apa yang terjadi dan ketika melakukan itu
kami akan memberitahu Anda. Kami akan
bekerja lebih keras dari sebelumnya dan
memastikan hal ini tidak akan pernah terjadi
lagi".
Menurut pengamat, respons cepat Tesco
yang meminta maaf secara terbuka kepada
publik bisa meredam potensi kerugian yang
sudah di depan mata. Warga mungkin masih
sentimen terhadap Tesco, namun permintaan
maaf itu setidaknya bisa meredam
kemarahan konsumen.
"Tesco bereaksi cukup baik dengan
mengatakan mereka memahami
kekhawatiran konsumen dan berjanji untuk
memperbaiki kesalahan. Ini mungkin tidak
berhasil untuk jangka pendek tapi untuk
jangka panjang orang akan cepat
melupakannya," kata Michael Hewson, analis
dari CMC Markets.
Tesco adalah perusahaan ritel yang terdiri
dari superstore, supermarket dan
convenience store. Tesco memiliki 5.380 toko
dengan berbagai ukuran dan juga merambah
pasar di 14 negara. Di Asia, Teco berjaya di
Korea Selatan, Jepang, Taiwan, China dan
Malaysia.
